Sabtu, 14 September 2013

Perubahan Dalam Perbuatan

UNTUK SEGALA SESUATU ADA WAKTUNYA


            Untuk segala sesuatu ada masanya,untuk apa pun di bawah langit ada waktunya.Ada waktu untuk lahir,ada waktu untuk meninggal,ada waktu menanam,ada waktu untuk mencabut yang ditanam.Ada waktu untuk sakit,ada waktu untuk menyembuhkan,ada waktu untuk merombak,ada waktu untuk membangun.
            Ada waktu untuk menangis,ada waktu untuk tertawa,ada waktu untuk meratap,ada waktu untuk menari,ada waktu untuk membuang batu,ada waktu untuk mengumpulkan batu,ada waktu untuk memeluk,ada waktu untuk menahan diri dari memeluk.
            Ada waktu untuk mencari,ada waktu membiarkan rugi,ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang,ada waktu untuk merobek,ada waktu  untuk menjahit,ada waktu berdiam diri,ada waktu untuk berbicara,ada wakta untuk mencintai,ada waktu untuk membenci.
             Bahwa setiap orang dapat makan,minum dan menikmati kesenangan dalam segala jerih payahnnya,itu juga adalah pemberian Allah.
             Aku melihat lagi kesia-siaan ;ada seorang sendirian,ia tidak mempunyai anak-anak laki-laki atau saudara laki-laki,dan tidak henti-hentinya ia bekerja,matanya pun tidak puas dengan kekayaan.
Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang,dan siapa mencintai kekayaan tidak akan puas dengan penghasilannya.Sebab kita tidak membawa sesuatu apa kedalam dunia dan kita pun tidak membawa apa-apa kalau mati.

  • Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan,karena dari situlah terpancar kehidupan.     
  • Buanglah Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri,jauhkanlah kakimu dari kejahatan,hidup dan mati dikuasai lidah.
  • mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.
  • Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.
  • Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.

        Perbuatan yang jelek : percabulan,kecemaran,tidak mampu menahan hawa nafsu,penyembahan  berhala,sihir,perseteruan;perselisihan,iri hati,amarah,kepentingan diri sendiri,kedeng kian,kemabukan,pesta pora.
             Akhir kata berpeganglah pada kenyakinan sesuai dengan kepercayaan yang dianut karena ini adalah kewajiban setiap orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar